Rabu, 29 Juli 2015

National Training Course Radiation Detection Techniques for Front Line Officers (FLOs)

Penggunaan material nuklir dan radioaktif saat ini makin meningkat sehingga pengawasan terhadap keamanan material tersebut perlu terus ditingkatkan terutama dalam mencegah illicit trafficking material radioaktif ke Tanah Air. Oleh karena itu BAPETEN bersama IAEA menyelenggarakan National Training Course Radiation Detection Techniques for Front Line Officers (FLOs) guna meningkatkan kapasitas personil dalam mencegah dan memberantas perdagangan ilegal atau penyelundupan material nuklir dan zat radioaktif. Selain itu Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk menguatkan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait guna mengawasi dan menjaga keamanan sumber radioaktif dan material nuklir di Indonesia.



Pelatihan Teknik Mendeteksi Bahan Radioaktif untuk Petugas di Garda Depan ini berlangsung di Jakarta selama empat hari mulai 4 Juli sampai 7 Juli 2011. Acara ini bertujuan untuk membuat petugas di bandara atau di pelabuhan dapat memahami karakteristik bahan radioaktif. Lebih jauh peserta yang terdiri dari para petugas bandara, pelabuhan, aparat bea cukai dan kepolisian di titik-titik gerbang strategis Indonesia seperti Belawan, Tanjung Priok dan Bandara Sukarno Hatta-Banten serta BAPETEN ini diharapkan dapat lebih memperhatikan masalah peralatan-peralatan internasional untuk keamanan bahan nuklir; memperhatikan data base pola-pola penyelundupan bahan radioaktif secara global maupun internasional. Selain itu peserta pelatihan mampu untuk memahami masalah teknologi deteksi dan peralatan terkait; serta memperhatikan prosedur tanggap darurat untuk mencegah atau memerangi penyelundupan bahan-bahan radioaktif di Tanah Air. Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Azhar yang dalam hal ini mewakili Kepala BAPETEN membuka pelatihan secara resmi. Beliau didampingi oleh wakil dari IAEA, Pantelis Ikonomou dan wakil dari AELB Malaysia, Zulkefle Hussin yang juga bertindak sebagai pembicara bersama I Putu Elba dari BAPETEN.
bdi_050711124322.jpg
Peserta terdiri dari tujuh orang dari BAPETEN dan tujuh belas orang berasal dari Syahbandar Utama Belawan, Polres Belawan, Badan Pengusahaan Batam, KPLP Jakarta, KKP Tanjung Priuk dan Bea Cukai Jakarta. Program pelatihan ini berupa penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, pemutaran video, praktek penggunaan alat dan kunjungan ke Laboratorium BAPETEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar